oleh

DPD AMPI Madina : Mepertanyakan Sikap Kementrian ESDM Terhadap PT SMGP Atas Tragedi 25 Januari

-Daerah-260 views

MNC Trijaya Mandailing Natal (10/02)(Panyabungan)- Dalam menyikapi rentetan insiden dan dugaan pelanggaran berat serta ketidak profesionalan PT Sorik Marapi Geothermal Power (PT SMGP) dalam bekerja.
Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia Kabupaten Mandailing Natal ( AMPI MADINA) sudah menyurati kementrian ESDM Direktorat Jenderal EBTKE untuk mempertanyakan sikap kementrian ESDM terhadap PT SMGP.

Abdul Latif Nasution Ketua DPD AMPI Madina kepada MNC Trijaya Mandailing Natal rabu (10/02) Kita sudah melihat sistem kerja Perusahaan ini, dimana mereka kebanyakan berkerja secara tidak profesional. Insiden 25 januari 2021 yang telah menghilangkan 5 nyawa serta puluhan lain dirawat secara intensif di RSUD Panyabungan. Temuan Tim yang mengacu kepada indikasi Tindak Pidana berat dan serta tidak Capability nya oknum oknum yang terlibat di dalam Proyek pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTPB). Ungkap Latip sapaan akrap ketua AMPI Madina.

SOMAN

“Kita sudah melihat sistem kerja Perusahaan ini, dimana mereka kebanyakan berkerja secara tidak profesional, dan insiden 25 januari yang memakan 5 korban jiwa, serta puluhan lain dirawat secara intensif di RSUD Panyabungan, dan beberapa temuan kami yang mengacu kepada indikasi Tindak Pidana berat dan serta tidak Capability nya oknum oknum yang terlibat”.Ungkap Latip.

Maka dari itu untuk tahap awal kami dari AMPI Madina telah Melayangkan surat konfirmasi kepada  kementrian ESDM Direktorat Jenderal EBTKE di Jakarta. Tambah Latip kembali. Di dalam surat kami mencakup beberapa dugaan pelanggaran Pidana dan tidak Capability nya beberapa oknum yang seharusnya bertanggung jawab terhadap insiden 25 Januari 2021.

“Tahap awal kami dari AMPI Madina sudah melayangkan surat konfirmasi kepada kementrian ESDM Direktorat Jendral EBTKE. Di dalam surat kami mencakup beberapa dugaan pelanggaran Pidana dan tidak Capability nya beberapa oknum yang seharusnya bertanggung jawab insiden 25 Januari 2021.

Direktur Utama Pimpinan Tertinggi
Perusahaan

KTPB ( kepala Tehnik Panas Bumi) selaku pemimpin tertinggi di proyek ini

 Manager HSE ( Health safety environment )

Manager CDCR ( community Development Community relation) yang bertanggung jawab menyampaikan semua informasi kegiatan kepada masyarakat yg mana kegiatan yg dilakukan berpotensi menimbulkan bahaya salah satunya testing sumur ini, saat ini yg bertanggung jawab

Manager welltes ( Testing sumur) dia harus menyampaikan semua kegiatan di pengeboran yg potensinya menimbulkan bahaya, dia harus berkomunikasi dengan team HSE dan CDCR.

Di tempat lain Muliya Harisandi Dan Deddy Jackson selaku Kader AMPI Madina menyebutkan “pendalaman dan hasil investigasi kami dari AMPI Madina mengindikasikan kegiatan well test pada wellpad Tango Sibanggor Julu menggambarkan bahwa perusahaan sekelas PT SMGP bekerja asal-asalan ataupun “TIDAK PROFESIONAL” itu di gambarkan dengan sistem informasi yang tidak on time dan pihak safety yang tidak bekerja dengan baik, dimana well test yang harusnya urgen dan dilaksanakan secara safety malah di kerjakan secara sembarangan hingga mengakibatkan 5 nyawa melayang. Maka dari itu bahan yang sudah kita kumpulkan di lapangan akan kita konfirmasikan terlebih dahulu sesuai prosedur yang berlaku di kementrian dan akan kita publish, satu nyawa terlalu banyak untuk di korbankan apalagi 5.” Ungkapnya mengakhiri.(09/02)(Bakty Wijaya).

Komentar

News Feed