oleh

DPC APRI Madina Apresiasi Tanggapan Kapolda Sumut

-Daerah-265 views

MNC Trijaya Mandailing Natal (13/03) (Panyabungan) – DPC Asosiasi Penambang Rakyat Indonesia (APRI) Mandailing Natal Apresiasi Sikap Kapolda Sumatera Utara Bapak Irjen Panca Simanjuntak dan juga Kapolres Mandailing Natal Bapak AKBP H. M REZA terkait Tambang Masyarakat di Mandailing Natal.

Pasalnya Pemerintah desa, pemerintah kecamatan, dan Pemerintah kabupaten lah yang diharapkan mencari penyelesaian maslah ini. Hal itu di ungkapkan Onggara Lubis Ketua DPC APRI Madina. Minggu, (13/03). Di Sekretariat APRI Madina.

ptsmmhutmadina

” Bila masalah ini di berikan solusi yang baik masyarakat penambang akan terayomi dan melalu tambang ini juga berpotensi bisa menambah pendapatan daerah (PAD). jadi sepetutnya penyelesaian masalah ini bekerjasama dengan pemerintah daerah dalam memperjuangkan legalitas yang sah” Ungkap Onggara

” Mengingat saat ini semenjak Virus covid-19 melanda Dunia menyebabkan banyak masyarakat indonesia kehilangan pekerjaan tidak terkecuali di Kabupaten mandailing natal. pekerjaan menambang Emas adalah salah satu alternatif yang di lakoni oleh masyarakat kita di 12 kecamatan di kabupaten Mandailing Natal sehingga saat ini banyak masyarakat menggantungkan hidupnya dalam pertambangan masyarakat, maka dari itu kita melalui Asosiasi penambang Rakyat Indonesia Turut berjuang supaya pertambangan masyarakat kita menjadi legal” Sambung Sekretaris APRI Bisri Samsuri Nasution di tempat yg sama.

Dalam hal ini APRI sudah berupaya mengusulkan 30 an wilayah Untuk di jadikan WPR kepada pemerintah Mandailing Natal yang selanjutnya di usulkan kepemerintah Provinsi untuk ditetapkan jadi ( wilayah pertambangan Rakyat) WPR yang di harapkan jadi solusi dalam masalah ini Dijelaskan lagi oleh Onggara Lubis.

“Terkait kejadian pemukulan terhadap wartawan ini kita nilai bersumber dari tambang masyarakat akibat lambannya pemerintah menangani usulan pertambangan rakyat, coba kalau sudah ada yang jelas dan sah, tentunya penambang masyarakat akan bertambang di daerah yang sudah ditetapkan sebagai zona pertambangan rakyat ” Lanjut Bung onggara lubis

*Namun kejadian itu kita turut menyayangkan karena kita sesama putra daerah yang notaben nya masih ada ikatan persaudaraan” Tandas Onggara.(13/03)(Bakty Wijaya)

Komentar

News Feed