oleh

Dinas ESDM Provinsi Sumut DimintaTurun Ke Lokasi PETI Batang Natal

-Daerah-473 views

MNC Trijaya Mandailing Natal (11/02)(Panyabungan)- Aktivis Muda juga Eks Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia ( PMII) Madina Ali Sahnan Siregar meminta pemerintah setempat dan Provinsi segera menertibkan aktivitas galian C ilegal atau Tambang Emas Ilegal (Ilegal Minning) yang ada di Mandailing Natal.

Pasalnya, maraknya aktifitas yang bersifat illegal itu dikhawatirkan akan merusak lingkungan yang ada di area sekitar sungai Batang Natal Kecamatan Batang Natal Kabupaten Mandailing Natal.

ptsmmhutmadina

Bukan hanya di area sungai tersebut, illegal minning juga terjadi di area hutan hutan nya. Ada kerugian yang ditimbulkan akibat penambangan yang diduga tidak memiliki izin tersebut, baik kerusakan hutan dan juga pemasukan kepada pendapatan negara. Hal itu di ungkap Sahnan.

Ali Sahnan mengatakan kepada MNC Trijaya Madina , hal tersebut perlu disikapi serius dengan mengambil langkah tepat, akurat dan berkeadilan disertai dengan penegakan hukum. Rabu (10/02).

“Berdasarkan tinjauan kami bahwa banyak aktifitas Penambangan Emas Tanpa Izin ( PETI) kapasitas besar menggunakan alat berat di area sungai Batang Natal dan sekitarnya” Ujar Sahnan

Dikatakan Sahnan, aktifitas yang dimaksud itu merupakan pertambangan emas tanpa izin ( PETI) menggunakan alat berat beko, berada disisi kiri-kanan Daerah Aliran Sungai (DAS) tersebuttersebut yg bisa menyebabkan Erosi dan Banjir.

“Parahnya lagi, sesuai informasi dan pantauan kami dilapangan ditemukan sepanjang DAS sungai Batang Natal ada puluhan unit beko beraktifitas mengeruk di sungai tersebut” ujarnya.

Lagi, Sahnan mendorong agar adanya langkah-langkah yang komprehensif akan penyelamatan lingkungan dari pihak terkait.

“Kita ingin tekankan, bahwa aktifitas galian C Ilegal (tambang emas) tersebut perlu dipantau lebih jelas oleh pengambil kebijakan. Dimana pengambilannya perlu diatur secara lebih rinci yang bertujuan jangan sampai merusak palung sungai,” lanjut Sahnan

Sahnan menambahkan, karena ada dampak negatif akan aktifitas tambang yang berada dalam sungai. Tentunya pengaruh sangat luas dan merugikan, dengan itu perizinan tentang pengambilan komoditas tambang di sungai perlu diatur secara cermat dan dipantau secara menerus.

“Salah satu dampak negatifnya adalah banjir bandang yang membawa berbagai material longsoran ke permukiman penduduk dan menyebabkan kerugian harta benda yang tidak ternilai jumlahnya. Hal ini perlu diwaspai oleh masyarakat di area tersebut, mengingat lokasinya berada dekat dengan permukiman penduduk,” tuturnya” Tambahnya

Disisi aturan, sambung Sahnan, hal ini patut menimbulkan pertanyaan apakah memang dibolehkan adanya aktifitas Tambang Emas ini yang sangat dekat dengan pemukim. Ini perlu diluruskan dan dipertegas oleh pengambil kebijakan serta pihak penegak hukum.

Tidak tanggung- tanggung Aktifitas illegal minning yang juga berada dalam area DAS menggunakan alat berat (beko) yg jumlah nya tidak sedikit untuk mengeruk material dalam sungai dan kemudian dipisahkan dengan menggunakan Box atau penjaring material emas.

“Untuk itu, kita meminta Inspektur Tambang dan Dinas ESDM Provinsi untuk turun ke lokasi dan melakukan penindakkan. Sebab, aktifitas kegiatan tersebut memiliki dampak negatif yang sangat luas, terutama di permukiman penduduk,” pungkasnya.(11/02)(Bakty Wijaya)

Komentar

News Feed