oleh

Diminta Penegak Hukum Ada Tindakan Hukum Untuk PT SMGP

-Daerah-334 views

MNC Trijaya Mandailing Natal (08/02)(Panyabungan)- Pihak keluarga korban meninggal dunia peristiwa gas beracun yang diduga jenis H2S dari pengerjaan uji coba sumur panas bumi di welpad T pada Senin (25/1/2021) beberapa pekan lalu menyebabkan lima orang warga Sibanggor Julu meninggal dunia dan puluhan orang dirawat di rumah sakit umum Panyabungan sudah damai dengan pihak perusahaan panas bumi PT Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP) ,

Demikian disampaikan Ketua DPRD Madina Erwin Efendi Lubis SH kepada wartawan, Kamis (4/2/2021) di ruang kerjanya, komplek perkantoran Paya Loting Panyabungan usai mengikuti rapat koordinasi penyelesaian yang difasilitasi Pemkab Madina dan menghadirkan perwakilan korban dan dari pihak perusahaan panas bumi PT Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP).

ptsmmhutmadina

Aktivis Muda atau eKs Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia ( PMII) Madina Ali Sahnan Siregar mengungkapkan, Menyikapi Damai nya Pihak PT SMGP dan Korban di Sibanggor julu itu langkah yg baik dan tepat untuk meyikapi suatu kesilapan dan kesalahan. Namun, kita hidup di negara hukum dan proses hukum harus di jalankan, Senin, (08/02/2021/. di kediaman nya.

“Damai nya Pihak PT SMGP dan Korban di Sibanggor julu itu langkah yg baik dan tepat untuk meyikapi suatu kesilapan dan kesalahan. Namun, kita hidup di negara hukum dan proses hukum harus di jalankan, mengacu pada  Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (“KUHP”), kelalaian biasanya disebut juga dengan kesalahan,kurang hati-hati, atau kealpaan. Hal ini dapat dilihat dalam penjelasan R. Soesilo mengenai Pasal 359 KUHP, dalam bukunya yang berjudul Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Serta Komentar-Komentarnya Lengkap Pasal Demi Pasal, yang mengatakan bahwa “karena salahnya” sama dengan kurang hati-hati, lalai lupa, amat kurang perhatian.

Pasal 359 KUHP:

“Barang siapa karena kesalahannya (kealpaannya) menyebabkan orang lain mati, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau pidana kurungan paling lama satu tahun.”

Dalam hukum pidana, kelalaian, kesalahan, kurang hati-hati, atau kealpaan disebut dengan culpa. Prof. Dr. Wirjono Prodjodikoro, S.H., dalam bukunya yang berjudul Asas-Asas Hukum Pidana di Indonesia (hal. 72) mengatakan bahwa arti culpa adalah “kesalahan pada umumnya”, tetapi dalam ilmu pengetahuan hukum mempunyai arti teknis, yaitu suatu macam kesalahan si pelaku tindak pidana yang tidak seberat seperti kesengajaan, yaitu kurang berhati-hati sehingga akibat yang tidak disengaja terjadi” Ungkap Sahnan

Soal kedua belah pihak berdamai, polisi Pemda Madina dan DPRD sebatas memfasilitasi. Proses hukum tetap berlanjut mengacu pada Pasal 359 KUHP.

“Meskipun Damai saya harap proses penegakkan hukum itu tetap jalan untuk pihak PT SMGP yg mengakibatkan Korban Jiwa di Sibanggor Julu, Imbas uji coba yg di duga mengeluarkan gas H2S meskipun ada pemberitahuan kepada warga sekitar lokasi PT. SMGP. Jelas sudah ada korban jiwa dan dan bisa di terapkan pasal 359 KUHP tanpa mendahului Penyidik dan Hakim” Lanjut Sahnan.

Lanjut Sahnan lagi, Dalam hal uji coba pada Perusahaan punya bidang dan sub yg punya Tupoksi masing-masing. Dalam hal uji coba ini PT SMGP yg bergerak bidang Panas Bumi berarti kepala Tambang Panas Bumi atau apapun sebutan nya disebut penanggung jawab dalam hal ini.

“Saya berharap Para penegak hukum tidak tutup mata dalam kasus ini dan ada tindakan untuk PT SMGP tersebut, mengingat ini masalah Nyawa dan tidak tertutup kemungkinan apabila Perusahaan terus beroperasi bisa menimbulkan efek yg sama dan efek yg lain” Harap Sahnan.(08/02)(Bakty Wijaya)

Komentar

News Feed