oleh

Diduga Tangkap Lepas, Kinerja Satpol PP Madina Dipertanyakan

-Daerah-707 views

MNC Trijaya Mandailing Natal (23/07) (Panyabungan) – Pelaku atau oknum pelaku penyakit masyarakat (Pekat) yang terjaring oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) disejumlah hotel tak akan mendapat efek jera bila dilakukan tangkap lepas tanpa adanya pembinaan serta sanksi dari pemerintah.

Seperti yang diketahui, sudah banyak elemen masyarakat di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) yang dikenal dengan serambi mekkahnya Sumatera Utara (Sumut) yang resah akibat banyaknya pekat menjamur di kota Panyabungan. Sehingga Pemkab Madina mengeluarkan Peraturan Bupati Nomor 6 tahun 2015 tentang ketentraman dan ketertiban umum baik tempat hiburan maupun cafe khususnya diwilayah Madina. 

BNNCOVID19

Guna menertibkan dan mengantisipasi menjamurnya pekat ini sesuai peraturan Bupati Madina, sudah selayaknya Satpol PP Madina bekerja secara aktif dan profesional dalam melakukan tugasnya dalam menghilangkan pekat tersebut dari Kota Santri ini.

Seperti razia pekat yang dilakukan Satpol PP Madina, Kamis (22/07/2020). Dari beberapa oknum pelaku pekat yang terjaring di sejumlah hotel yang ada di Kota Panyabungan. Diduga ada salah seorang lelaki dan pasangannya yang dilepaskan dan tidak dibawa ke Kantor Dinas Sosial Madina untuk dilakukan pendataan dan pembinaan.

Kasatpol PP Madina, Lismulyadi melalui Kabid Trantibum, Ismail Dalimunthe, S. Pd saat dikonfirmasi terkait mengapa ada salah seorang lelaki dan pasangannya yang terjaring didalam kamar salah satu hotel dilepaskan dan tidak dibawa ke kantor Dinas Sosial. Beliau menjawab bahwa lelaki dan pasangannya tersebut merupakan suami istri.

“lelaki dan pasangannya itu merupakan suami istri. saat dilakukan pemeriksaan mereka dapat menunjukkan identitas mereka sebagai suami istri. Maka itu mereka dilepas dan tidak dibawa ke kantor Dinas sosial untuk dilakukan pendataan dan pembinaan”.terangnya

Dan saat MNC Trijaya Mandailing Natal mempertanyakan bukti foto copy surat atau identitas pasangan yang dilepas tersebut, Kabid Trantibum Satpol PP Madina tersebut tidak dapat menunjukkan dengan alasan lupa untuk memfoto copykan surat tersebut.

Kemudian hal yang menjadi pertanyaan besar kembali terjadi ketika Kabid Trantibum melalui pesan Whatsaap (WA) menyatakan bahwa informasi yang diperolehnya dari anggotanya, ternyata lelaki yang terjaring disalah satu kamar di hotel tersebut pasangannya bukan perempuan, melainkan saat dilakukan razia temannya sekamar seorang lelaki.

Pengakuan Kabid Trantibum Satpol PP Madina, Ismail Dalimunthe, S. Pd ini semakin membuat pertanyaan besar terkait siapa sebenarnya oknum atau pasangan yang di lepas tersebut. Sebab berdasarkan foto dokumentasi saat razia, Kabid Trantibum Satpol PP Madina, Ismail Dalimunthe, S. Pd yang langsung memeriksa oknum yang dilepas tersebut.

Dan informasi yang dihimpun MNC Trijaya Mandailing Natal di kantor Dinas Sosial Madina, ada sepasang lelaki dan perempuan yang terjaring akan di nikahkan di kantor tersebut. 

Sementara ada 7 orang terjaring lainnya yang dibawa langsung ke kantor dinas Sosial karena tidak dapat menunjukkan identitasnya untuk dilakukan pendataan dan pembinaan yakni HZ (17), SK (18), RA (18), NH (19), J (21), SE (21) dan RK (16). (007)

Komentar

News Feed