oleh

Diduga Gunakan Tanah Urug Tanpa Izin, DPD LSM LIRA Madina Minta APH Tindak Kontraktor Pembangunan Dek Pengaman Banjir Pagur – Panyabungan

-Daerah-162 views

MNC Trijaya Mandailing Natal (11/01)(Panyabungan) – Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Swadaya Masyarakat Lumbung Informasi Rakyat (DPD LSM LIRA) Kabupaten Mandailing Natal (Madina), soroti pembangunan proyek rehabilitasi pengaman banjir ruas jalan Pagur – Panyabungan dengan nilai Kontrak Rp 11.114.150.000.(Sebelas Milliar Seratus Empat Belas Juta Seratus Lima Puluh Ribu Rupiah).

Bupati DPD LSM LIRA Madina, Ali Musa Nasution kepada MNC Trijaya Madina, Selasa (11/01/2022) menegaskan pembangunan proyek rehabilitasi pengaman banjir ruas jalan Pagur – Panyabungan itu bersumber dari dana DAU (Hibah) yang dikerjakan oleh PT TORIDA HASIAN GROUP yang kuat dugaan kita menggunakan galian tanah urug (galian C) tanpa izin.

ptsmmhutmadina

“Kegiatan ini merupakan pelayanan pencegahan dan kesiapsiagaan terhadap bencana yang dilaksanakan Badan Penanggulangan Bencana  Daerah (BPBD) Kabupaten Madina pada Tahun 2021 di Kecamatan Panyabungan Timur Kabupaten Madina”.jelasnya

Dan, berdasar hasil penelusuran serta informasi yang kita hiimpun dari masyarakat, PT TORIDA HASIAN GROUP yang mengerjakan proyek tersebut diduga kuat  menggunakan tanah urug yang tidak memiliki izin (ilegal).

“terkait dugaan penggunaan galian tanah urug (galian C) tanpa izin pada Proyek Rehabilitasi bangunan pengaman banjir  ruas jalan Pagur – Panyabungan. Kita menduga pihak kontraktor telah melanggar pasal 161 UU No 3 Tahun 2020, Perubahan atas UU No 4 Tahun 2009 Tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, yang berbunyi “Setiap Orang yang menampung, memanfaatkan, melakukan pengolahan dan atau pemurnian, pengembangan dan/atau pemanfaatan, pengangkutan penjualan mineral atau batubara yang tidak berasal dari pemegang IUP, IUPK, IPR, SIPB atau izin sebagaimana dimaksud didalam  Pasal 35 ayat (3) huruf c dan huruf g, Pasal 104, atau Pasal 105 dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 Tahun dan denda paling banyak 1 Miliar Rupiah”.paparnya

“untuk itu kita berharap adanya tindakan tegas dari Aparat Penegak Hukum (APH) terhadap Kontraktor yang diduga kuat telah menggunakan galian tanah urug tanpa izin pada Proyek di BPBD Kabupaten Madina di Kecamatan Panyabungan Timur tersehut”.pintanya

Saat MNC Trijaya Madina melakukan konfirmasi Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Madina, Subuki Nasution ST Terkait dugaan penggunaan galian tanah urug tanpa izin. Beliau menjawab akan melakukan Konfirmasi dulu ke Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) kegiatan tersebut.

“Saya lakukan konfirmasi dulu sama PPKnya, untuk mempertanyakan kemana pihak Kontraktor mengambil tanah urug yang di pakai untuk pembangunan proyek rehabilitasi pengaman banjir ruas jalan Pagur – Panyabungan. Sekaligus untuk mempertanyakan tanah urug yang di pakai itu berizin atau tidak”.jelas mantan kadis PUPR tersebut.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada info lanjutan dari Kaban BPBD Madina, Subuki Nasution, ST terkait apa penjelasan dari PPK kegiatan pembangunan proyek rehabilitasi pengaman banjir ruas jalan Pagur – Panyabungan yang menelan biaya Miliaran itu.

Ketika MNC Trijaya Madina mencoba konfirmasi kepada Armada, ST melalui seluler selaku PPK dalam proyek pembangunan rehabilitasi pengaman banjir ruas jalan Pagur – Panyabungan tersebut, akan tetapi beliau tidak dapat dihubungi. (007)

Komentar

News Feed