oleh

Dianggap Mesin Pembunuh Massal, Hinca Panjaitan Minta Gubsu Tutup PT SMGP

-Daerah-496 views

MNC Trijaya Mandailing Natal (26/04) (Panyabungan) – Anggota Komisi III DPR RI daerah pemilihan Sumatera Utara, Hinca Panjaitan dengan tegas meminta kepada Direktorat Jendral Energi Baru dan Terbarukan Kementerian Sumber Daya Alam, untuk menutup dan menghentikan segala operasional PT. Sorik Mas Geothermal Power (SMGP) di Kabupaten Mandailing Natal (Madina).

Demikian ditegaskan Politisi Partai Demokrat tersebut kepada wartawan, Selasa (25/04/2022) via whatsapp dalam menanggapi perihal tragedi kebocoran lumpur panas di Wellpad T PT. SMGP pada Minggu 24 april 2022 lalu.

ptsmmhutmadina

“Saya menilai PT SMGP itu seperti mesin pembunuh massal. Sebab, tragedi masyarakat yang keracunan ini, kerap sekali terjadi (bukan pertama kali,red)”.ujarnya

Lalu lanjutnya, terkait jumlah korbannya juga rata-rata diatas sepuluh orang. Walaupun beberapa tragedi tidak menyebabkan korban jiwa, tapi besar kemungkinan efek dari keracunan ini panjang.

Mantan Sekjen Partai berlambang mercy ini menuturkan perlu adanya regulasi yang sangat ketat jika PT. SMGP ini terus dilanjutkan. 

Dan bahkan menurutnya, hingga saat ini tidak pernah ada hasil investigasi yang menjadi penyebab utama paparan gas berbahaya H2S itu berulang kali menguap. 

“Sebagai contoh tragedi tahun 2020 lalu. Korban jiwa ada lima orang, mana hasil investigasi dari tim dirjennya ? Apakah pemerintah daerah sudah mengetahui hasilnya ?. Seolah hal ini disembunyikan dari masyarakat”.ujarnya penuh tanya

Dengan melihat tragedi yang kerap terjadi, Hinca juga meminta agar Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), Edi Rahmayadi untuk segera menyelamatkan warganya.

Hinca juga menambahkan, siang tadi telah berkomunikasi dengan Gubsu terkait permasalahan ini, dan informasinya besok Gubsu akan turun ke PT. SMGP dan melihat kondisi korban keracunan beberapa hari yang lalu. 

“Informasi yang saya terima hari ini, Pak Gubernur besok akan turun kesana. Sudah seharusnya, Pak Edi selamatkan warganya. Jangan untuk kepentingan dan keuntungan segelintir orang, masyarakat di Mandailing Natal dijadikan tumbal”.cetusnya (007)

Komentar

News Feed