oleh

Demo Berakhir Anarkis, Polres Madina Lakukan Proses Penyelidikan

-Daerah-794 views

MNC Trijaya Mandailing Natal (30/06) ( Panyabungan) – Peristiwa demo blokade jalan berujung ricuh dan aksi pembakaran 2 unit mobil di Desa Mompang Julu, Kecamatan Panyabungan Utara, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) pada Senin (29/6) kemarin menyebabkan 6 orang personel Polisi mengalami luka-luka.

Atas kejadian tersebut, Polres Madina saat ini melakukan penyelidikan atas demo rusuh itu. Demikian dikutip dari Mohganews.

BNNCOVID19

Kapolres Madina AKBP Horas Tua Silalahi yang dihubungi media melalui Kepala Satuan Reskrim AKP Azwar Anas mengatakan, kejadian tersebut menyebabkan 6 orang anggota Polres Madina mengalami luka-luka.

“Ada 6 orang anggota Polri yang mengalami luka-luka saat mengamankan demo itu, dan sudah ditangani medis. Kalau dari warga kita belum dapat informasi,” Kata Azwar Anas.

Ia mengatakan, aksi tersebut berujung ricuh karena warga meminta kepala desa diberhentikan. Lalu, pada sore harinya aksi warga berujung ricuh dan warga membakar kendaraan yang tak jauh dari kerumunan. Ada 2 unit mobil yang terbakar, salah satunya mobil milik Wakapolres Madina Kompol E Zalukhu.

Terkait aksi pembakaran tersebut, AKP Azwar memastikan pihaknya akan melakukan proses hukum.

“Pastilah (diproses), kita sedang melakukan penyelidikan,” Pungkasnya.

Dari informasi yang dihimpun, ada 6 personel polisi tersebut masing-masing AKP J Hutajulu mengalami luka robek pada tulang kering kaki kanan, kemudian Aipda AB Siagian mengalami luka memar di kaki akibat lemparan batu. Selanjutnya, Bripda WA Putra terkilir bahu kiri, lalu Bripka AR Kurniawan mengalami luka robek pada kelopak mata sebelah kiri.

Kemudian, Briptu M Arif dan Bripka H Sitorus mengalami luka memar di bagian kepala.

Sebelumnya, aksi demo blokade jalan dilakukan warga Desa Mompang Julu Kecamatan Panyabungan Utara, Kabupaten Madina pada Senin pagi sekitar pukul 10.00 WIB. Lanjut petang harinya terjadi kericuhan yang berujung pada aksi pembakaran beberapa unit kendaraan bermotor. Aksi ini berawal dari pembagian Bantuan Langsung Tunai (BLT) penanganan Covid-19 bersumber dari dana desa. Sebagian warga mengaku tidak memperoleh bantuan sesuai dengan nilai yang ditetapkan yaitu Rp 600 ribu setiap rumah tangga.(Joki Nasution)

Sumber: Mohganews

Komentar

News Feed