oleh

Damai Itu Indah Tapi Proses Hukum Tetap Jalan

-Daerah-284 views

MNC Trijaya Mandailing Natal (05/02) (Panyabungan)- Dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VII DPR, Dirjen Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Rabu, 3 Februari 2021, Dadan Kusdiana menuturkan hasil investigasi dan upaya mitigasi yang dilakukan terhadap mal operasional di lapangan panas bumi Sorik Merapi (SMGP)

Berdasarkan SNI 8868:2020 “Pelaporan dan Investigasi Kejadian Berbahaya dan Kecelakaan Panas Bumi” maka kejadian tersebut dikategorikan sebagai kejadian berbahaya kategori berat dan kecelakaan panas bumi kategori cedera.

ptsmmhutmadina

Menanggapi Tragedi 25 Januari 2021  PT SMGP yang di fasilitasi Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Pemkab Madina) juga telah melakukan kesepakatan bersama dengan melakukan perdamaian dan musibah ini akan di selesaikan secara kekeluargaan di aula kantor Bupati Madina, Jum’at (05/02/2021) sore.

Ketua PDI Perjuangan Panyabungab Kota Akbar Panjaitan Kepada MNC Trijaya Mandailing Natal langkah yang sudah dilakukan Pemerintah Madina harus kita Apresiasi karna sudah memediasi Perusahaan PLTU dengan para korban tragedi H2S dan sudah menyepakati beberapa poin kesepakatan diantaranya :

1. Perusahaan bersedia memberikan Tali Asih kepada ahli waris korban meninggal dunia sebanyak 5 orang yang dibayarkan pada hari ini juga dengan besar masing-masing 175 juta Rupiah.

2. Perusahaan bersedia memberikan BPJS Kesehatan kepada ahli waris atau keluarga korban dengan rentang waktu yang telah disepakati bersama. Dan perusahaan bersedia membantu pendidikan bagi anak ahli waris sampai tingkat pendidikan sarjana (S1) sesuai dengan mekanisme dari perusahaan.

3. Perusahaan bersedia mempekerjakan anak ahli waris yang sudah tidak sekolah di perusahaan sesuai dengan kebutuhan dan prosedur perusahaan selama perusahaan bersedia dan di pekerjakan di perusahaan sesuai dengan kemampuan atau keahlian dan skill orang tua korban apabila orang tua korban menginginkan pekerjaan sesuai dengan kebutuhan dan prosedur perusahaan.

4. Perusahaan bersedia memberikan bantuan acara kenduri atau sedekah bagi anak korban dengan teman sekolah SMP sebesar 10 juta rupiah atas nama almarhumah Suhari Ismail. 

Dari 4 poin kesepakatan antara PT SMGP dan korban tragerdi H2S adalah bukti tanggung jawab Perusaan terhadap korban jangan meraka kira setelah berdamai dengan koraban tanggung jawab hukum hilang. Berdamai memang indah tapi proses hukum harus jalan. Ingat Pasal 359 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) menjelaskan soal kelalaian yang bisa menyebabkan kematian orang lain. Dalam aturan itu disebutkan, siapa pun yang karena kesalahannya menyebabkan kematian orang lain, maka bisa dihukum penjara paling lama lima tahun

” Langkah yang sudah diambil Pemda Madina mari kita  Apresiasi karna sudah memediasi korban dan PT SMGP sehingga ada kesepakatan  Perdamaian. Ada 4 poin isi kesepakatan bisa dilihat beberapa media online. Damai memang indah tapi proses hukum tetap jalan. Ingat pasal 359 KUHP Ujur Akbar mengakhiri. (05/02)(Bakty Wijaya)

Komentar

News Feed