oleh

BPJamsostek Madina Rapat Monitoring Dan Evaluasi Kepesertaan Pemerintah Desa Bersama Kejari Dan PMD

-Daerah-145 views

MNC Trijaya Mandailing Natal (04/06) ( Panyabungan) – Dengan mengangkat tema Monitoring dan evaluasi kepesertaan perangkat desa. BPJamsostek Mandailing Natal (Madina) mengadakan diskusi dengan Kejari Madina dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat (PMD) Madina di Dan’s hotel kelurahan dalan lidang Kecamatan Panyabungan, Rabu (3/6) sore.

Kegiatan focus group discussion yang dimotori BPJamsostek Madina ini dihadiri Kepala Cabang BPJamsostek Padang Sidempuan, Ari Septiana, Kepala Cabang BPjamsostek Madina, Fahri, Kejari Madina, Taufik Djalal, SH, Kasidatun Kejari Madina, Edison situmorang, SH dan kepala PMD Madina, Sahnan Batubara.

BNNCOVID19

Kepala Cabang BPJamsostek Padang Sidempuan, Ari Septiana didampingi Kepala Cabang BPJamsostek Madina, Fahri Idris kepada media ini usai diskusi mengatakan sangat mengapresiasi terhadap Kejari Madina dan dinas PMD Madina atas dukungannya kepada program -program BPJamsostek di kabupaten Madina ini. Dimana, meskipun dalam masa pandemi covid-19 ini, program – program pemerintah tetap masih berjalan sesuai aturan.

Dan lanjutnya, terkait kondisi saat ini yang masih dalam masa pandemi Covid-19, BPJamsostek melalui program yang ada, tetap sangat berempati terhadap daerah yang terkena dampak.

“program BPJamsostek di masa pandemi Covid-19 ini dinilai akan dapat membantu pemerintah desa. Dan untuk mensuskseskan itu juga sangat diperlukan adanya kerjasama serta bantuan dari instansi yang terkait”.ungkapnya

Kejari Madina, Taufiq Djalal, SH menegaskan, agar penggunaan anggaran BPJamsostek yang telah tersedia agar disegerakan proses pencairannya demi kelancaran program ini.

“walaupun saat ini masih dalam masa covid-19, namun tidak semua yang terdampak. Maka dari itu, diharapkan, semua program pemerintah tetap berjalan semestinya termasuk terkait program BPJamsostek yakni perlindungan jaminan sosial tenaga kerja bagi aparat desa”.pungkasnya

Sementara itu, Kadis PMD Madina, Sahnan Batubara menyebutkan sangat mendukung sepenuhnya program BPJamsostek perlindungan jaminan sosial tenaga kerja bagi pemerintahan desa ini.

dan sambungnya, bukti dukungan pemerintah melalui Dinas PMD Madina ini yaitu akan segera menerbitkan surat Bupati yang akan dilayangkan ke seluruh desa melalui camat, terkait percepatan kepesertaan BPJamsostek mengenai program perlindungan jaminan sosial tenaga kerja bagi kepala dan perangkat desa ini.

“anggaran desa untuk BPJamsostek program perlindungan jaminan sosial tenaga kerja ini telah tersedia dan sudah bisa direalisasikan sejak april 2020 lalu”.tandasnya

Berdasarkan data dan informasi yang dihimpun, saat ini, dari 23 kecamatan dengan 377 jumlah desa yang ada di Kabupaten Madina, baru 71 desa yang telah mendaftarkan perangkat desanya ke BPJamsostek tenaga kerja Madina. Dan 306 desa lagi belum mendaftarkan perangkat desanya. (007)

News Feed