oleh

Bernasib Naas, Hendak Kesekolah Siswa Kelas II SD Diserang Monyet Di Madina

-Daerah-409 views

MNC Trijaya Mandailing Natal (08/10) (Siabu) – Sungguh naas nasib yang dialami J siswa kelas II SDN 043 warga dusun Sibarebe Desa Muara Angkola Kecamatan Siabu Kabupaten Mandailing Natal (Madina) yang harus menahankan sakit akibat di serang brutal seekor monyet, ketika hendak berangkat sekolah sekira pukul 06.20 wib, Jum’at (07/10/2022) pagi kemaren.

Diketahui, kejadian yang menimpa J ini jaraknya kurang lebih 500 meter dari kediamannya. Dan karena teriak kesakitan J yang keras, sehingga membuat warga yang tak jauh dari lokasi kejadian berdatangan untuk melakukan pertolongan dan salah satunya adalah ayah J sendiri.

ptsmmhutmadina

Informasi yang diperoleh dari Wira salah seorang warga kepada wartawan, Sabtu (08/10/2022) via seluler mengungkapkan, Peristiwa ini terjadi ketika J sedang menuju sekolah. Dan tiba-tiba monyet tersebut turun dari atas sebuah pohon, lalu mencakar dan menggigit J dengan brutal, yang jaraknya sekitar 500 meter dari rumah kediaman korban J.

“atas insiden itu J mengalami luka robek disekujur tubuhnya. Dan kita langsung melarikannya ke rumah bidan guna untuk mendapatkan perobatan dan perawatan medis”.pungkasnya

Atas kejadian yang menimpa J ini, warga dusun Sibarebe masih resah, sebab monyet tunggal yang menyerang J tersebut masih berkeliaran di kawasan itu.

Lalu atas kejadian ini, warga dusun Sibarebe Desa Muara Batang Angkola juga menumpahkan rasa kekesalannya terkait keberadaan monyet dan jauhnya akses sekolah bagi warga yang berada di seberang batang gadis.

“Diperkirakan setiap harinya sebanyak 60 siswa SD dan SMP dari lima dusun terdapat di wilayah itu yang berjalan kaki melintasi hutan dengan jarak sekitar 2-3 km. Dengan adanya kejadian ini, setiap waktu diperjalanan mereka pasti terancam dengan adanya serangan binatang buas.

Kemudian, selain binatang buas, para siswa sekolah dari wilayah itu juga kerap terancam hanyut karena untuk bisa sampai ke sekolah, mereka harus menyeberangi sungai batang gadis”.terangnya.

berharap kepada Pemerintah daerah kabupaten Madina dan provinsi Sumatera Utara dan kementerian pendidikan Republik Indonesia sudah sepantasnya mendirikan sekolah di dusun mereka.

Berdasarkan data yang dihimpun wartawan, warga yang bermukim di kawasan pengunungan tersebut berkisar 106 KK yakni dusun Sibarebe sekitar 20 KK, dusun Tor Pulo 18 KK, Lubuk Sihim 30 KK, Pasir bolak 23 KK dan PKB 15 KK. Dan kelima dusun ini merupakan anak Desa Muara Batang Angkola, kecamatan Siabu, Kabupaten Madina. (007)

Komentar

News Feed