oleh

Bayi Lahir Tanpa Lubang Anus, Orangtua Alfa Butuh Bantuan

-Daerah-364 views

MNC Trijaya  Mandailing Natal (11/07) (Panyabungan) –  Muhammad Alfa Rizki, anak pasangan Iskandar Muda (25) dan Rima Melati (25) warga Kelurahan Dalan lidang, Kecamatan Panyabungan, lahir dalam keadaan tidak normal seperti bayi pada umumnya.

Alfa Rizki lahir menderita penyakit dengan tidak memiliki lubang anus (Atresia Ani).
Anak pertama dari pasutri Iskandar-Rima tersebut lahir sebelumnya pada Jumat (8/7/2022) sekitar pukul 05.15 WIB kemarin pagi, melalui bantuan bidan di Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Madina.

ptsmmhutmadina

Pihak keluarga, Eka Sofyandi kepada Warta Mandailing Senin (11/7/2022) mengatakan, kondisi bayi saat ini belum dilakukan tindakan operasi di RSUD Adam Malik Kota Medan, karena alasan ruangan NICU sedang penuh.

Ia berharap bantuan perhatian pemerintah daerah Kabupaten Madina. Menurutnya, Alfa Rizki harus segera dilakukan operasi.
Eka yang juga berprofesi sebagai wartawan di wilayah Kabupaten Madina itu juga menyebut kondisi ekonomi dari orangtua bayi kurang mampu untuk biaya pengobatan operasi di Rumah Sakit Swasta di Kota Medan.

“Ruangan NICU katanya masih penuh di RSUD Adam Malik, sehingga operasi belum dapat dilakukan. Tapi, mirisnya enggak tau sampai kapan, gak ada kepastiannya, sementara kami keluarga tentu mengkhawatirkan kondisi keselamatan dari bayi,” katanya.

Saat ini kata dia, pihak keluarga sedang melakukan musyawarah untuk mengambil keputusan. Dari informasi yang diperoleh pihak keluarga apabila bayi ditangani di Rumah Sakit Swasta, diperkirakan biayanya mencapai Rp, 30 Juta.

“Pihak keluarga sedang bermusyawarah, dari mana dapat biayanya apabila akan dibawa ke RS Swasta. Di satu sisi keluarga takut apabila tidak segera dilakukan operasi,” tuturnya, seraya berharap adanya perhatian dan bantuan dari pemerintah daerah Kabupaten Madina.

Kadis Kesehatan Pemkab Madina dr Syarifuddin, tak kunjung mau merespons ketika dihubungi awak media untuk menanyakan perihal penanganan bayi yang lahir tanpa anus warga Kabupaten Madina tersebut.

Pesan WhatSapp yang dilayangkan hanya sebatas dibaca. Sementara, Kepala Bidang di Dinas Kesehatan yang menangani persoalan BPJS tidak mau berkomentar. Ia memohon ke Kepala Dinas saja meminta izin perihal keterangan.

Terpisah, pihak RSUD Adam Malik Kota Medan hingga berita ini diturunkan belum dapat diperoleh keterangannya mengenai pasien warga Madina itu.

Sumber : WARTAMANDAILING.COM

Komentar

News Feed