oleh

BASARA Madina : Kompensasi Tidak Akan Menggugurkan Pidana PT SMGP

-Daerah-137 views

MNC Trijaya Mandailing Natal (09/02)( Panyabungan)- Penyerahan tali asih atau kompensasi PT SMGP kepada ahli waris korban yang meninggal dunia terkait Tragedi Maut Gas Beracun di desa Sibanggor Julu beberapa hari yang lalu dalam pandangan Badan Penanggulangan Bencana Al Washliyah (BASARA) Madina merupakan hal yang sudah semestinya dilaksanakan karena perusahaan tersebut dalam penjelasan Dirjen EBTKE ESDM RI saat Rapat Dengar Pendapat Komisi VII DPR RI disebutkan telah melakukan mal operasional sehingga mengakibatkan jatuhkan korban tak berdosa dari masyarakat.

“Tidak ada hal yang istimewa dalam konteks ini karena ini murni tanggung jawab dan kewajiban mereka sepenuhnya” jelas Abdi Paruntungan, S.P Ketua Badan Penanggulangan Bencana Al Washliyah (BASARA) Madina Kepada MNC Trijaya Mandailing Natal Via WhatsApp.Selasa (09/02).

SOMAN

Menurut Abdi, pemberian kompensasi atau apapun bentuk tali asih yang diberikan PT SMGP ini tidak tepat untuk dibesar besarkan supaya fokus publik terhadap akar permasalahan yang menyebabkan kematian warga tersebut tidak bias dan mengembang kesana kemari.
“Kompensasi itu murni tanggung jawab PT SMGP seutuhnya” sebutnya.

Kendatipun begitu, harapan BASARA sebutnya agar kompensasi yang diberikan perusahaan tersebut dapat dimanfaatkan keluarga korban untuk hal hal yang positif utamanya dalam peningkatan roda ekonomi keluarga korban.

“Dana kompensasi ini menurut hemat kami harus benar benar dimanfaatkan keluarga korban dengan sebaiknya baiknya” paparnya.

Dalam pandangannya, dana kompensasi tersebut tidak akan bisa menggugurkan tuntutan pidana kepada PT SMGP.

“Jangan ada anggapan bahwa dengan perdamaian yang dibarengi pemberian dana kompensasi akan berdampak pada hilangnya penuntutan pidana pada kasus tragedi maut ini” sebutnya.

“Ini dua hal yang secara substansi amat sangat berbeda. Kompensasi yang diberikan tersebut jangan dimaknai bahwa masalah ini sudah selesai begitu saja. Mungkin untuk meringankan bisa jadi tapi tetap tidak akan bisa menghilangkan penuntutan pidana tersebut” ungkapnya.

Proses hukum silahkan tetap berproses ujarnya tanpa sedikitpun terkontaminasi dengan hal apapun karena publik sebutnya tetap mengharapkan adanya kepastian hukum terkait tragedi gas beracun ini.(09/02)(Bakty Wijaya)

Komentar

News Feed