oleh

BASARA : Demi Kepastian Hukum Dorong Polri Publish TSK Tragesi Gas Beracun

-Daerah-433 views

MNC Trijaya Mandailing Natal (11/02)(Panyabungan)- Hampir dua pekan sudah tragedi gas beracun PT SMGP yang menewaskan 5 orang dan puluhan lainnya dilarikan ke rumah sakit terjadi, namun hingga hari ini belum ada tanda tanda Polda Sumut mengumumkan tersangka sehingga menimbulkan berbagai asumsi dan pendapat dikalangan masyarakat Mandailing Natal tak terkecuali Badan Penanggulangan Bencana Al Washliyah (BASARA) Madina.

Saat diminta pendapatnya terkait hal ini. Kamis (10/02) Abdi Paruntungan, S.P Ketua BASARA Madina menyebutkan bahwa profesionalisme POLRI dan 8 Komitmen Kapolri baru yakni Jenderal Drs.Listyo Sigit Prabowo, M.Si akan diuji dalam penanganan kasus tragedi gas beracun ini.

ptsmmhutmadina

“Kredibilitas, Profesionalisme dan Akuntabilitas Polri akan diragukan publik jika penanganan tragedi gas beracun ini berlama lama penyelesaiannya” ujarnya serius.

Progres aparat penegak hukum terkesan lamban dalam penanganan kasus ini sebutnya padahal status dari penyelidikan ke tahap penyidikan sudah lama berjalan, pun juga puluhan saksi juga telah diperiksa.

Tragedi ini ujar Abdi sudah menjadi perbincangan publik secara nasional dibuktikan dengan banyaknya sorotan tajam terkait kasus ini mulai dari masyarakat Madina yang bermukim diperantauan, beragam organisasi mulai level nasional hingga tingkat lokal, bahkan DPR RI secara institusi melalui Komisi VII.

BASARA menurutnya tetap mendukung penegakan supremasi hukum secara adil dan transparan dengan meminta dan mendesak supaya aparat Polri sebagai penegak hukum benar benar serius dalam menangani kasus ini.

“Sebagai bagian dari publik, kami meminta profesionalisme dan kinerja kepolisian untuk mengungkap dan mengusut secara tuntas kasus ini “paparnya.

Siapapun yang terlibat menurutnya harus bertanggung jawab didepan hukum apakah Direktur Utama, Direktur Operasional, Direktur Tekhnik,Direktur Kehumasan atau jabatan apapun lainnya sampai kepada operator lapangan.

“Untuk itulah kita dorong Polda Sumut untuk menyampaikan perkembangan yang update terkait penetapan tersangka dari tragedi ini supaya publik mendapatkan kepastian hukum terkait tragedi ini” imbuhnya.

Hal ini menurutnya sangat penting mengingat Polda Sumut sudah menurunkan tim pada tanggal 26 Januari lalu yang terdiri dari Labfor, Inafis, bagian Reserse Kriminal Umum dan publikpun sudah mengetahui jika kasus ini sudah masuk tahap penyidikan.

“Setiap hari masyarakat Madina disuguhi dengan berita kecaman terhadap tragedi ini dan seharusnya ini menjadi atensi bagi Polri” katanya serius.

BASARA sebut Abdi tetap memegang teguh prinsip Islam untuk berbaik sangka (Huznudzon) namun tetap mewanti wanti Polri untuk selalu mengedepankan profesionalisitas dalam penuntasan kasus ini.

“Masyarakat Madina hari ini sedang menanti dan menagih komitmen Kapolri yang baru untuk mewujudkan penegakan supremasi hukum guna memberikan kepastian dan keadilan terkait tragedi ini” tutupnya.

Terlebih lagi urainya Kapolri yang baru yaitu Jenderal Drs Listyo Sigit Prabowo, M.Si dikenal publik dengan terobosannya yaitu menjadikan Polri sebagai Presisi (Prediktif, Responsibilitas,Transparansi dan Berkeadilan).(11/02)(Bakty Wijaya)

Komentar

News Feed