oleh

Bantuan Pemkab Madina Membuat Gaduh di Tengah Masyarakat

-Daerah-689 views

MNC Trijaya Mandailing Natal (01/05)(Panyabungan) – Proses penyaluran bantuan sembako Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) banyak kejanggalan yang terjadi dilapangan. Demikian postingan akun Facebook Rahmad Darmawan Daulay, yang terbit pada Jum’at (1/5/2020).

Menurutnya, Penyaluran bantuan pemerintah Madina melalui APBD sebesar Rp. 4,053 Milliar diberikan berupa sembako sebanyak 21.331 paket di salurkan melalui anggota DPRD dan Pimpinan DPRD Madina.

BNNCOVID19

Rahmad Darmawan Daulay yang juga selaku Ketua PC IMM Madina ini menilai penyaluran sembako tersebut banyak kejanggalan dan pelanggaran yang terjadi bahkan ada beberapa oknum yang memanfaatkan kondisi ini untuk kepentingan pribadi baik secara materi maupun elektabilitas di Dapil (Daerah Pemilihan) masing-masing.

“Ada oknum yang memanfaatkan bantuan ini untuk memperkaya diri dan banyak bantuan yang tidak sampai kepada masyarakat secara tidak utuh contoh disalah satu desa ada bantuan yang diberikan hanya separoh barang, beras 2 karung 3 orang, gula 1/2 Kg, Telur 1/2 papan dan minyak 1 liter dan bahkan tidak sampai sama sekali kepada si penerima yang sudah masuk namanya di dalam data yang diberikan pihak pemerintah desa”. Ungkap Rahmad Darmawan Daulay.

Lebih lanjut dalam postingannya, Kejadian lain ada juga oknum mengumpulkan masyarakat di rumahnya untuk mengambil sembako tersebut, seolah dia adalah pahlawan di tengah wabah musibah ini. Hal ini akan saya laporkan kepada kepolisian untuk memanggil oknum anggota dewan tersebut karena sudah melanggar beberapa aturan dan kode etik. Sehingga penyaluran bantuan ini seolah menjadi gaduh ditengah masyarakat.

Rahmad juga menyampaikan, Belum lagi kita lihat kecemburuan sosial yang hadir ditengah masyarakat, yang banyak bertanya-tanya kenapa sidia dapat kami tidak padahal secara ekonomi sama-sama susah dan juga sama-sama terdampak, kami atasnama masyarakat tidak terima perlakuan pemerintah yang pilih bulu memberikan bantuan ini, sebagian masyarakat berucap seperti itu.

“Hal ini perlu pihak Kepolisian dan berwenang untuk segera memanggil oknum yang sudah menyalahgunakan kesempatan ini untuk kepentingan pribadi”. Tutupnya.

Pantauan, Postingannya yang berjudul “Bantuan Pemkab Madina Membuat Gaduh di Tengah Masyarakat” hingga berita ini terbit telah di sukai 91 orang, 62 komentar dan dibagikan 15 kali.(01/05)(Joki Nasution)

Komentar

News Feed