oleh

Antusias Masyarakat Minang Mengikuti Pengajian Bulanan MKS

-Daerah-240 views

MNC Trijaya Mandailing Natal (07/11)(Panyabungan) – Masyarakat Minang yang berdomisili di Kab. Mandailing Natal kembali mengadakan kajian rutin bulannya. Sabtu (06/11) di mesjid Taqwa Pasar Lama Panyabungan.

Seperti biasanya, kajian di mulai ba’da Isya di mesjid Taqwa Pasar Lama Panyabungan. Hadir malam ini lebih kurang 70 warga minang, ada unsur ulama, ninik mamak, bundo kanduang, rang mudo, limpapeh, dan yang lainnya. Baik yang kecil maupun yang besar, bahkan beberapa urang tuo (orang yang udah sepuh) turut hadir dalam acara ini.

ptsmmhutmadina

Tema yang diangkat malam ini adalah, “Amalan-amalan agar selamat dari Neraka”. Kajian malam ini diisi oleh Buya Abu Faiz Hafizhahullah.

Sebelum kajian disampaikan, Buya Fauzul Fil Amri, M.Pd selaku moderator meminta salah satu anak-anak dari anggota MKS untuk membaca al-Qur’an. Malam ini, yang membaca al-Qur’an adalah Qisthi, putri dari ketua MKS. Terlihat hadirin sangat menghayati lantunan surat An-Naba’ yang dibaca Qisthi.

Ustadz Abu Faiz memulai kajiannya dengan menjelaskan tujuan manusia diciptakan. Adapun tujuan manusia diciptakan oleh Allah adalah Untuk beribadah kpd Allah, tutur beliau.

Kemudian beliau mulai menjelaskan tentang amalan-amalan agar seseorang selamat dari neraka.

Dari penjelasan beliau, bisa disimpulkan ada 6 amalan agar seseorang terhindar dari neraka.

  1. Jaga Tauhid,
    Bersaksi akan ketauhidan Allah SWT. Makanya rukun Islam diawali dengan Syahadat. Syahadat adalah persaksian yang tidak ada keraguan didalamnya. Tauhid yg dimaksud adalah mengesankan Allah.
    Baik mengesakannya dalam perbuatan, ibadah, dan nama serta sifat-Nya.
  2. Sholat
    Beliau mengutip hadits,
    “Siapa yg mengerjakannya sholat, benar sempurna wudhu’nya, betul gerakan rukuk’, sujudnya dan tepat waktu nya maka diharamkan neraka untuk nya”
  3. Berakhlak yg baik dan lemah lembut terhadap manusia.
  4. Menangis karena takut kepada Allah dan menangis takut pada azab-azab Allah .

Ada dua mata yg tidak disentuh api neraka:

  • Mata yg menangis karena takut pd Allah
  • Mata yg berjaga-jaga di Medan perang
  1. Menjaga/ menundukkan pandangan dari hal-hal yang diharamkan Allah.
  2. Bersabar terhadap meninggalnya anak kita di waktu kecil.

Kemudian beliau menjelaskan hadits tentang pahala yang didapatkan oleh seorang ibu yang sabar tatkala anaknya meninggal ketika kecil.

” Tidaklah seorang muslim kematian anaknya 3 orang (dalam riwayat lain 2 orang) maka dia tidak akan disentuh api neraka, melainkan sekedar lewat diatas shirat saja (dibawah shirat ada api).

Setelah pemaparan materi kajian, dibuka sesi tanya jawab. Ada 2 orang penanya malam ini, pertama Bapak Defrion, ketua MKS, dan penanya kedua, Bapak Irwandi yang lebih dikenal dengan Datuak, beliau termasuk hadirin yang aktif bertanya diacara pengajian-pengajian yang diadakan. Pertanyaan-pertanyaan yang mendalam, semakin menambahkan detailnya pembahasan.

Sebelum ustadz Abu Faiz menutup kajiannya, beliau sangat mengapresiasi MKS yang mampu mengangkat acara-acara yang bermanfaat dan bernilai ibadah disisi Allah, tutur beliau.
Setelah acara pengajian selesai, Rang mudo yang dikenal dengan “nan capek kaki, nan ringan tangan, capek kaki indak panaruang, capek tangan indak pamacah” menyampaikan beberapa programnya, baik terkait dengan kemajuan TPA Mks, dan kegiatan sosial lainnya.(07/11)(Eka Sofyandy)

Komentar

News Feed