oleh

Aliansi Pemuda Mandailing Natal Bersatu (APMB) Menggelar Aksi Demo Di Depan Kantor PT SMGP

-Daerah-294 views

MNC Trijaya Mandailing Natal (18/03) (Mandailing Natal) – Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia atau (AMPI) yang tergabung bersama beberapa LSM, OKP dan Ormawa lain nya dalam Aliansi Pemuda Mandailing Natal bersatu (APMB) hari ini kembali menggelar aksi demo untuk kesekian kalinya dan menggugat PT SMGP yang telah menewaskan 5 orang warga desa Sibanggor Julu Kamis (18/03).

Aktivitas ceroboh yang dilakukan perusahaan SMGP sehingga memakan korban jiwa warga desa Sibanggor.
Hal tersebutlah yang membuat aliansi pemuda Mandailing Natal bersatu untuk menuntut agar perusahaan tersebut dicabut izinnya serta angkat kaki dari kabupaten Mandailing Natal.

ptsmmhutmadina

Dalam aksi demo hari ini Kamis 18 Maret 2021 sekitar pukul 15.00wib pemuda yang tergabung dengan aliansi APMB tersebut menuntut keras supaya pihak perusahaan menemui mereka dan mengizinkan para demonstran untuk memasuki gerbang 2 serta berharap pihak perusahaan untuk segera menemui para demonstran

Namun pihak dari PT SMGP dinilai pengecut dan tidak berani menjumpai para demonstran yang ingin menuntut hak-hak masyarakat selaku para korban gas beracun akibat kecerobohan dalam menjalani aktivitas pengeboran.

Para demonstran yang ingin memasuki wilayah PT SMGP dihalang-halangi oleh petugas satpam dan juga aparat kepolisian yang terus bersiaga dan juga memborgol portal pintu masuk untuk menghalangi massa yang ingin memasuki wilayah PT SMGP yang identik dengan perusahaan pencabut nyawa tersebut.

Kami datang ke sini dengan berorasi damai, kami bukan binatang kami orang berpendidikan. Jadi tolong kalian hargain kami. Kalian keluar jumpain kami. Kalau memang kalian tidak salah ngapain kalian sembunyi Kenapa kalian takut.

Jangan kalian anggap massa kami ini sedikit. Massa kami banyak, kami cuma mengikuti arahan dari pihak kepolisian agar jangan terlalu ramai dalam melakukan aksi ini karena ini dimasa Pendemi,” imbuhnya. Menurutnya tolong kalian jumpain kami hargai kami kalau tidak kami akan terus melakukan aksi ini hingga berjilid-jilid.

Kalian memang pengecut. Apa perlu kami melakukan blokade jalan dan membakar ban supaya kalian mau keluar dan jangan sembunyi,” ucap Muliya Harisandi dalam orasinya.

Sejumlah koordinator aksi demo menilai pihak perusahaan buta dan tuli.
Mereka sengaja menghindar dan tidak peduli sama sekali. Serta mengabaikan keselamatan nyawa warga masyarakat dan juga kesehatan masyarakat dan lingkungan.

Sementara massa demo dalam orasinya merasa kecewa atas sikap perusahaan yang mereka nilai sengaja bersembunyi dan lari melihat Demostran yang datang dan tidak mau menjumpai mereka untuk sekian kalinya. (18/03)(Bakty Wijaya)

Komentar

News Feed