oleh

Al Washliyah Madina Sesalkan Frasa Berisik Tentang Adzan oleh Media Asing

-Daerah-210 views

MNC Trijaya Mandailing Natal (17/10)(Panyabungan) – PD Al Jam’iyatul Washliyah Madina menyesalkan laporan media asing Agence France-Presse (AFP), yang menyoroti kerasnya suara azan dari masjid di Jakarta. Dimana laporan itu hanya berdasarkan wawancara dari beberapa warga di Jakarta.

Uztad Suaib Lubis, Wakil Ketua Al Washliyah Madina menegaskan, laporan itu terlampau prematur karena tidak didukung fakta yang kuat. Sebab hal laporan itu dibuat hanya dari opini masyarakat saja.

ptsmmhutmadina

“Dalam kaidah penelitian, tidak cukup fakta bahwa azan itu berisik. Jangan dibilang azan itu berisik, itu yang kami sesalkan,” sebutnya kepada MNC Trijaya Mandailing Natal. Minggu (17/10) di Dakwah Al Jam’iyatul Washliyah Madina, Jl.Sutan Sori Pada Mulia No 19 Kelurahan Kayujati, Panyabungan.

“Azan itu bagi umat islam sebagai beribadah, keyakinan. dan itu di dalam konstitusi Pasal 29 ayat (1) dan ayat (2) dijamin oleh negara,” ucapnya.

“Kerukunan antar umat beragama jangan lagi diusik dan dipermasalahkan karena masalah Azan. Terlalu kerdil isi otak kita jika azanpun dipersoalkan” tegasnya.

“Penilaian berisik itu suatu frasa yang cukup menyakitkan bagi umat Islam.Persoalan Azan ini sudah selesai dari dahulu karena kearifan dan toleransi yang dikembangkan antar umat beragama” tukasnya.

Uztad Suaib Lubis yang juga owner Izan Flower ini menegaskan bahwa pengurus Badan Kenaziran Mesjid yang sekarang dimana mana banyak didominasi orang orang yang berpendidikan sehingga dapat memahami regulasi terkait penggunaan mikropon untuk kepentingan azan dan sebagainya secara baik dan bertanggung jawab.

“Perlu juga dipertanyakan indikator kebisingan itu dari mana variabelnya” ungkapnya serius.

Uztad Suaib Lubis menilai, bagaimanapun adzan merupakan hal yang wajib diserukan kepada umat Islam, apalagi terhadap masyarakat mayoritas Muslim.

Uztad Suaib Lubis juga meminta agar media asing itu tidak menyoal suara azan Ibu Kota, dia meminta mereka menghormati hal ini, sebab kumandang azan diwajibkan untuk memanggil umat Muslim agar segera beribadah.

“Jadi tidak usah dipermasalahkan, itu Ngada Ngada namanya” imbuhnya jelas. (17/10)(009)

Komentar

News Feed