oleh

Al Jam’iyatul Washliyah Madina Desak Polres Tangkap Pemilik Akun Penista Ponpes Musthafawiyah Purba Baru

-Daerah-83 views

MNC Trijaya Mandailing Natal (19/02)(Panyabungan)- Penghinaan dan pelecehan Pondok Pesantren (Ponpes) terbesar di Sumatera Utara yakni, Mustafhawiyah Purba Baru oleh akun Facebook bernama Rizky Ardiansyah belum lama ini mendapatkan perhatian serius dari Pengurus Daerah Al Jam’iyatul Washliyah Madina.

Melalui Wakil Ketuanya Moechtar Nasution, Al Washliyah Madina mendesak kepolisian untuk secepatnya melakukan pengusutan atas penistaan tersebut.

SOMAN

“ini sudah kedua kalinya akun tersebut melakukan penistaan dan pelecehan terhadap institusi pendidikan yang memiliki jumlah santri lebih kurang tiga belas ribu tersebut” urai Nasution kepada MNC Trijaya Mandailing Natal lewat pesan WhatsApp Jum’at (19/02).

Nasution mengingatkan supaya penanganan terhadap penistaan tersebut oleh kepolisian jangan berlarut larut karena hal ini berpotensi untuk membuat situasi sosial kemasyarakatan menjadi tidak kondusif.

“Postingan pertama akun tersebut sudah pernah dilaporkan KAMUS Medan dan muncul lagi postingan kedua. Ini pasti sangat menciderai harkat, martabat dan kehormatan Pondok Pesantren yang sudah berusia seabad lebih” ungkapnya kesal.

Polres Madina sebutnya harus lebih serius mengusut dan menuntaskan persoalan ini dengan cara menangkap pemilik akun tersebut untuk dimintai pertanggungjawabannya secara hukum.

“ini sudah menjadi keresahan dikalangan santri dan alumni yang tersebar luas di seluruh penjuru NKRI, untuk itu Al Washliyah Madina sebagai ormas Islam meminta atensi dari pimpinan Polri baik Kapolldasu dan juga Kapolres Madina supaya secepatnya mengungkap siapa pemilik akun yang meresahkan tersebut” imbuhnya serius.

Nasution mengkhawatirkan ekses dari penistaan yang berulang dari akun tersebut akan memancing kemarahan umat Islam karena selain jumlah santri dan alumninya sangat banyak, Pondok Pesantren Musthafawiyah sendiri merupakan kebanggaan masyarakat Madina.

“Jika berlarut larut tentu ini berpotensi menjadi bom waktu yang setiap saat bisa memicu ledakan dan sesungguhnya hal ini tentu tidak kita inginkan terjadi” tambahnya.

“Cyber Crime Polri kan ada untuk melacak akun tersebut, dan jika memang Polres Madina belum memiliki unit tersebut bisa berkoordinasi dengan Polda Sumut supaya kondusifitas Madina tetap terjaga dengan baik” tutupnya mengakhiri. (19/02)(Bakty Wijaya).

Komentar

News Feed