oleh

Akibat Cuaca Buruk, Aspekindo Madina Minta PPK Beri Adendum

-Daerah-121 views

MNC Trijaya Mandailing Natal (06/10) (Panyabungan) – Banyaknya kerjaan konstruksi yang terlambat masa kerjanya sesuai dengan yang ada di dalam kontrak perjanjian kerja di wilayah pantai barat diharapkan menjadi perhatian khusus bagi dinas terkait.

Cuaca yang belakangan ini kurang bersahabat, dengan curah hujan yang tinggi sempat membuat beberapa kecamatan yang ada di wilayah pantai barat mengalami bencana banjir seperti kecamatan Ranto baek dan kecamatan Sinunukan, yang berakibat buruk juga pada semua kegiatan konstruksi yang ada diwilayah tersebut.

ptsmmhutmadina

Wakil ketua Asosiasi Pengusaha Konstruksi Indonesia (Aspekindo), Rudi Faisal kepada media ini, Kamis (06/10/2022) menjelaskan bahwa akibat cuaca buruk yang terjadi belakangan ini, banyak pengusaha konstruksi yang mengeluh karena kerjaan dilapangan menjadi terkendala.

“Pasca terjadinya cuaca ekstrem belakangan ini, para pengusaha konstruksi banyak yang mengeluh kepada kita. Dan mereka berharap adanya keringanan dari instansi terkait untuk memberikan kelonggaran waktu (Adendum) agar para pengusaha konstruksi bisa segera menyiapkan pekerjaan mereka”.ungkapnya

Rudi yang juga merupakan kontraktor beberapa pekerjaan merasakan hal serupa. Dalam pengakuannya, beberapa kerjaannya di beberapa wilayah pantai barat juga mengalami keterlambatan tersebut.

Sebagai contoh lanjutnya, pekerjaan Pembangunan gedung ruang guru SMP Negeri 3 Satu Atap di kecamatan Ranto Baek Kabupaten Mandailing Natal (Madina) sumber Dana Alokasi Khusus (DAK) kondisinya masih sebatas pondasi, sementara berakhir kontrak pekerjaan di tanggal 21 Oktober 2022.

“Kita juga sebenarnya tidak mau adanya keterlambatan. Tapi kalau berbicara masalah alam dan cuaca diluar kuasa kita sebagai manusia. Tukang-tukang kami tidak bisa bekerja maksimal di sana. Bagaimana mau kerja jika hujan terus, dan beberapa minggu lalu terjadi musibah banjir. Kalau banjir, bahan-bahan pun tidak bisa kita kirimkan ke lokasi”.terangnya

Menanggapi hal ini Rudi berharap kepada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) beberapa pekerjaan di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar bisa memberikan sedikit kelonggaran bagi para kontraktor.

Apalagi menurutnya, sumber pembiayaan dalam beberapa pekerjaan tersebut berasal dari Dana Alokasi Khusus.

“Karena itu kita berharap para PPK di OPD-OPD dapat memberikan sedikit kelonggaran waktu untuk perpanjangan atau adendum kontrak kerja. Ini bukan kesengajaan kami, ini karena alam belakangan ini tidak bersahabat yabg berujung pada terhambatnya pekerjaan kita dilapangan”.tegasnya. (007)

Komentar

News Feed