oleh

312 WBP Lapas Klas IIB Panyabungan Dapat Remisi Hari Kemerdekaan, 4 Diantaranya Bebas 

-Daerah-294 views

MNC Trijaya Mandailing Natal (17/08) ( Panyabungan) – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia (HUT RI) ke 75 tahun 2020, Kementrian Hukum Dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) memberikan Remisi (Pengurangan masa hukuman) kepada 312 orang warga binaan Lapas Kelas II B Panyabungan dan 4 orang diantaranya langsung bebas, Senin (17/8/2020)

Penyerahan keputusan remisi secara simbolik diberikan Bupati Mandailing Natal (Madina), Drs H Dahlan Hasan Nasution kepada 22 orang Narapidana disaksikan oleh  Kapolres Madina AKBP, Horas Tua Silalahi SIK MSi, Kajari Madina, Taufik Djalal SH MH serta seluruh unsur Forkopimda Madina.

BNNCOVID19

Dan daftar ke 22 nama warga Lapas kelas IIB Panyabungan yang menerima remisi HUT RI ke 75 tersebut yakni Ahmad Ihsan Lubis kasus Narkotika Remisi selama 5 bulan, Ahmad Romadhon Nasution Kasus Narkotika Remisi selama 5 bulan, Anwar Mahmud Kasus Narkotika Remisi selama 5 bulan, Asrizal Kasus Narkotika Remisi selama 6 bulan, Bakri Hasan Matondang kusus Narkotika Remisi selama 6 bulan.

Lalu, Budiyanto Kasus Narkotika Remisi selama 5 bulan, Diski Irawadi Tampubolon Kasus Narkotika Remisi selama 6 bulan, Faizil Fikri kasus Narkotika Remisi selama 6 bulan, Edi Susanto kasus Narkotika Reisi selama 4 bulan, Gunadi Kasus Narkotika Remisi selama 6 bulan, Meiza Nasution Kasus Narkotika Remisi selama 5 bulan, M Ikbal Dalimunthe Kasus Narkotika Remisi selama 6 bulan.

Rahmad Sein Pulungan Kasus Narkotika Remisi Selama 4 bulan, Restu Pajri kasus Narkotika diremisi selama 5 bulan, Riski Abdika rubi Kasus Narkotika diremisi selama 5 bulan, Risnaldi Kasus Narkotika diremisi selama 6 bulan, Rustam Efendi Siregar kasus Narkotika Remisi selama 4 bulan, Sahmirun kasus Narkotika Remisi selama 5 bulan, Saud Pardamean kasus Narkotika Remisi selama 5 bulan, Sohiruddin Nasution kasus Narkotika Remisi selama 5 bulan dan Sulhan Rangkuti kasus Narkotika Remisi selama 5 bulan.

Usai menyerahkan surat remisi Bupati Madina, Drs H Dahlan Hasan Nasution menyatakan ke depan bagi warga binaan di Lapas kelas IIB Panyabungan yang akan memasuki masa bebas tahanan, sebelum ia pulang ke rumah harus diberikan pendidikan rohani agar sekembalinya ke lingkungan bisa berbuat baik dan benar-benar meninggalkan semua perbuatan yang melanggar hukum.

Dahlan juga menyampaikan bahwa hampir sama dengan program yang dicanangkan di Pengadilan Agama (PA) Panyabungan. Dimana, bagi pasangan suami istri yang akan bercerai harus diberikan dahulu pemahaman dan pendidikan rohani melalui pemuka agama, tokoh adat, dan dinas perlindungan perempuan dan anak.

“Di Pengadilan Agama sudah kita programkan bagi pasangan suami istri yang ingin mengakhiri hubungan melalui perceraian, terlebih dahulu harus diberikan pencerahan dari tokoh agama dan adat budaya. Dengan tujuan agar mereka benar-benar memikirkan hubungan rumah tangga. Karena perceraian itu yang korban adalah anak-anak”.ungkapnya

Sambungnya, begitu juga dengan warga binaan di Lapas yang akan memasuki masa bebas. Sebelum mereka pulang ke rumah dan bergaul dengan lingkungan masyarakat, kita harus berikan dulu mereka pendidikan rohani, kita bina mereka supaya benar-benar kembali ke jalan yang benar dan tidak melakukan pelanggaran hukum. 

“Yang memberikan pendidikan rohani ini nantinya adalah tokoh agama dan tokoh adat, dan Ini akan kita programkan. Setidaknya nanti setelah pulang dan bergaul dengan masyarakat mereka (Napi) bisa aktif beribadah, sosialnya bagus, dan bekerja mencari nafkah dengan cara yang baik”.sebutnya. (007)

Komentar

News Feed