oleh

14 Desa Di Kecamatan Siabu Tolak PT SMP

-Daerah-174 views

MNC Trijaya Mandailing Natal (28/06) (Siabu) – Dinilai daklmpaknya akan menjadi musibah buat masyarakat, 14 Desa yang ada di Kecamatan Siabu Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menolak kehadiran perusahaan tambang PT Silva Mineralindo Prima (SMP).

Penolakan 14 Desa yang ada di kecamatan Siabu tersebut dikarenakan adanya rencana PT SMP melakukan eksplorasi tambang galena hitam di daerah perbukitan Tor Siancing Desa Lumbandolok yang merupakan sumber air bagi belasan Desa yang ada di Kecamatan Siabu.

BNNCOVID19

14 desa yang menolak tersebut yakni Desa Lumbandolok, Bonandolok, Lumban Pinasa, Simaninggir, Huraba 1, Huraba 2, Aek Mual, Pintu Padang Julu, Pintu Padang Jae, Hutabaringin, Tanggabosi 1, Tanggabosi 2, Tanggabosi 3, dan Tanjung Sialang.

Setelah sebelumnya terjadi aksi unjukrasa damai guna menolak PT SMP ini, kini aksi Penolakan muncul kembali pada rapat bersama para 14 kepala desa se Kecamatan Siabu, Sabtu (27/06/2020) malam di balai desa Lumbandolok.

Sedangkan Desa lainnya yang belum tercatat namanya dalam rapat penolakan ini, dari informasi yang dihimpun Topmetro.News, mereka akan ikut hadir bergabung pada pertemuan berikutnya.

Kepala Desa Lumbandolok Zulhakim Hasibuan disela rapat menjelaskan bahwa keberadaan PT SMP yang berencana akan melakukan kegiatan tambang galena hitam di kawasan Tor Siancing saat ini sedang berupaya melakukan pengurusan izin, khususnya izin lingkungan dari Pemerintah Kabupaten Madina.

“Apabila izin lingkungan tersebut berhasil mereka dapatkan, maka perusahaan itu akan mengurus izin pertambangan sehingga nantinya akan masuk kepada tahap eksplorasi”.ungkapnya

Kemudian laniutnya, apabila nantinya perusahaan itu beroperasi, maka sumber mata air yang mengaliri sungai dan anak sungai di belasan desa di kecamatan Siabu akan tercemar dan kehidupan masyarakat akan terancam. 

“Belum lagi nantinya bencana alam dampak dari kegiatan PT SMP yang beroperasi di perbukitan Tor Siancing seperti banjir yang dipastikan akan mengancam seluruh masyarakat yang ada di sekitar aliran sumber air yang melintas di 14 Desa tersebut”.tandasnya

Setelah mendapatkan penjelasan dari kepala desa Lumbandolok tersebut, kepala desa Pintu Padang Julu Abdul Kholik menyatakan dengan tegas bahwa mereka dari desa Pintu Padang Julu akan ikut serta melakukan penolakan kehadiran PT SMP ini.

“Melalui forum musyawarah ini kami menyatakan ikut menolak kehadiran perusahaan tambang PT Silva dan perusahaan lain yang ingin mengeksploitasi tambang di hulu sungai Tor Siancing, karena itu sumber mata air sebagian besar jumlah desa di Kecamatan Siabu, kami akan ikut membuat surat penolakan bersama masyarakat kami,” kata Abdul Kholik

Sementara itu hal senada juga dikatakan Ketua BPD Desa Tanggabosi 3. Ia mengatakan sungai Aek Badan di desa Tanggabosi 1, Tanggabosi 2, dan Tanggabosi 3 merupakan sumber pengairan areal pertanian di 3 desa tersebut. Dan sungai Aek Badan ini bersumber dari aliran Tor Siancing.

“Kami yakin apabila Tor Siancing dirusak, maka dapat dipastikan ribuan rumah tangga di desa kami terancam hidupnya. Dan disini dalam forum ini saya nyatakan bahwa kami ikut dalam aksi penolakan PT SMP ini beroperasi di Tor Siancing”.tegasnya (007)

Komentar

News Feed